PKN MELAPORKAN DUGAAN KORUPSI DI RSUD Dr R Koesma

PKN MELAPORKAN DUGAAN KORUPSI DI RSUD Dr R Koesma

Pemantau Keuangan Negara –PKN Melaporkan Dirkrimsus Polda Jawa Timur tentang Dugaan Korupsi di RSUD Dr.R.Koesma Tuban Pada Pembangunan Bangunan Fisik RSUD dengan Anggaran sebesar Rp103 Millyard dengan Modus Pengurangan Material material Bangunan antara lain Pembetonan dan Pembesian sehingga di Kawatirkan atau berpotensi ROBOH .tidak kuat menahan beban di atas bangunan .

Sehubungan dengan dasar tersebut, Kami Pemantau Keuangan Negara –PKN melaporkan/mengadukan secara Resmi Tentang Dugaan/Indikasi Korupsi Dengan Modus Melakukan Pengurangan Volume Pada Pekerjaan Pembangunan Gedung Pavilyun RSUD dr.R.Koesma Tuban Tahap I Tidak Sesuai Kontrak Sebesar Rp1.065.925.743,25.
FAKTA FAKTA

Berawal dari temuan audit BPK pada tahun anggaran 2015 terkait pekerjaan PEMBANGUNAN GEDUNG RSUD PAVILYUN TAHAP I Tuban dengan nilai kontrak sebesar Rp22.260.370.000,00, dengan pelaksana PT.PBDT dengan Nomor Kontrak 027.3/03/PPK.BGPAV /414.109/2015 tanggal 18 April 2015.

Proyek pembangunan rumah sakit itu, dari Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pemeriksaan fisik di lapangan yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa BPK bersama PPK dari RSUD dr.R.Koesma, pihak ketiga (rekanan pelaksana) dan konsultan pengawas yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan fisik, “diketahui terdapat kekurangan volume fisik pekerjaan sebesar Rp. 1.065.925.743,25

Kasus ini di laporkan ke Polda Jawa timur saat melaporkan ke Polda Jatim terkait dugaan korupsi pekerjaan pembangunan RSUD Dr. Koesma Kabupaten Tuban

Sedangkan, dari total kekurangan volume sebesar Rp1.065.925.743,25 tersebut yang terlihat cukup parah terkait pengurangan aitem pekerjaan antara lain,
1. Item Pekerjaan Struktur yaitu : Stek Besi LT -1-6 dengan Volume Kontrak 15.230,26 Kg akan tetapi volume yang terpasang hanya 1.547,05 Kg sehingga ada kekurangan volume Stek Besi 13.683,21 Kg. INI SANGAT RAWAN DAN BERPOTENSI ROBOH ..

2. Aitem Pekerjaan Struktur dan Pondasi dengan Volume Kontrak 1.512,08 M3 akan tetapi volume yang terpasang hanya 1.287,58 M3 sehingga ada kekurangan volume pondasi 224,5 M3
hal tersebutlah yang dikhawatirkan oleh TIM PKN apabila terjadi robohnya bangunan tersebut.dikarnakan item pekerjaan tersebut bisa dikatakan kebutuhan paling urgen, akan tetapi dilakukan pengurangan volume dengan jumlah yang cukup signifikan. Dan

3. Aitem Pekerjaan Pemipaan HVAC ( Cu ) Type ASTM B280 dengan Volume Kontrak 5 Ls akan tetapi volume yang terpasang hanya 0 Ls sehingga ada kekurangan volume 5 Ls Dengan Harga Satuan (Rp) 95.000.000,00 x 5 Ls : Rp 475.000.000,00, urainya.

Ketua Tim PKN Tuban Zainul menjelaskan, Yang sangat kami sayangkan pada pekerjaan aitem Pemipaan HVAC ( Cu ) Type ASTM B280 sudah jelas-jelas belum dilakukan pemasangan sama sekali akan tetapi Panitia PPHP berani meloloskan pembayaran tersebut 100 %,

Sehingga tugas dari pada PPHP perlu dipertanyakan, dan sudah pasti adanya indikasi dugaan pemalsuan data bahwa pekerjaan tersebut dinyatakan sudah selesai 100 %, ujarnya.

Bahwa dengan fakta – fakta diatas tersebut PKN mengambil tindakan melaporkan secara resmi atas dugaan indikasi korupsi tersebut. Dan lkami memohon kepada, “Bapak KAPOLDA JATIM UP. DIRRESKRIMSUS POLDA JATIM untuk sesegera mungkin memproses Indikasi/Dugaan Tindak pidana Korupsi ini sesuai dengan undang undang dan Peraturan yang berlaku”,

ANALISA HUKUM
KERUGIAN NEGARA

KESIMPULAN
PATAR SIHOTANG SH MH PIMPINAN PKN

Share this post